Powered By Blogger

Digital Clock

Sunday, March 16, 2008

Dampak Negatif Kecanduan Game


Panas terik tidak dirasakan oleh Wahid dan Budi. Tanpa pulang terlebih dulu, langkah mereka segera bergegas menuju tempat penyewaan play station 2 (PS 2) dan video game. Lapar sepertinya tidak menjadi alasan mereka untuk menyelesaikan game konsol (video game console) terbaru, yang keluaran terbarunya selalu diburu oleh para pencandu video game. Jari mereka memencet-mencet tombol konsol yang ada di tangannya. Sementara matanya tak lepas dari layar monitor yang tengah menayangkan gerak akrobatis tokoh yang dikendalikannya. Mengatasi rintangan sambil menghadapi musuh-musuhnya. Begitu tokohnya mati dan permainan berakhir, dia segera mengulang dari awal dengan rasa penasaran. Tidak cukup satu atau dua jam, Wahid dan Budi bisa sampai berjam-jam sebelum dia benar-benar bisa memecahkan rasa penasaran akan permainan itu.

Ilustrasi di atas adalah kejadian nyata yang mungkin juga pernah Anda temui pada saudara, teman, atau bahkan anak didik Anda di sekolah minggu. Disadari atau tidak, dewasa ini video game bak candu bagi anak-anak kita. Masalah ini bisa menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan jika tidak ada kontrol atau perhatian yang serius dari orang tua, sekolah, atau pihak lain seperti sekolah minggu.

Kata candu diasumsikan sebagai sesuatu yang menjadi kegemaran (KBBI 2001: 191). Candu video game ibarat sesuatu kegiatan yang amat disukai oleh seseorang dan menyebabkan seseorang menjadi ketagihan sehingga melakukannya secara terus-menerus. Kecanggihan game di abad 21 ini dirasa berkembang pesat dan semakin banyak dibuat. Anda bisa membuktikannya manakala Anda sedang berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan dan melewati sebuah toko yang menyediakan peranti-piranti video game dan play station. Para konsumen berjubel mulai dari orang dewasa sampai anak-anak mengantri hanya untuk membeli game-game terbaru.

Mark Griffiths, seorang pakar video game, mengungkapkan bahwa game bisa membuat orang lebih bermotivasi. "Video game abad ke-21 dalam beberapa segi lebih memberi kepuasan psikologis daripada game tahun 1980-an." Untuk memainkannya perlu ketrampilan lebih kompleks, kecekatan lebih tinggi, serta menampilkan masalah yang lebih relevan secara sosial dan gambar yang lebih realistis. Kata kunci dari pernyataan tersebut adalah "kepuasan psikologis", di mana anak terdorong untuk menuntaskan dan memenangkan permainan yang berada di video game tersebut.

Mari bersama-sama melihat sejauh mana dampak negatif video game yang bisa sampai menjadi candu bagi anak-anak kita. Dampak di sini tidak bersifat sementara, namun dapat bersifat jangka panjang. Dalam jangka panjang, salah satu dampaknya adalah banyaknya waktu yang sedikit banyak berpengaruh pada perkembangan aspek pendidikan, kesehatan, keadaan psikis anak, dan kehidupan sosial anak.

Cara Mencegah Kecanduan Bermain

Buat Keputusan Mantap

Langkah pertama adalah memutuskan untuk berhenti bermain game sama sekali atau menguranginya secara drastis. Jika Anda telah sampai pada kesimpulan bahwa bermain game merusak hidup Anda, menghambat kuliah atau karir Anda, sadarilah benar-benar bahwa tak ada cara selain memotivasi diri dengan mantap. Berhentilah bermain game atau kurangi sampai pada tahap bahwa Anda yakin benar, kehidupan nyata Anda tak terganggu meski Anda bermain game.

Disiplin Diri

Sangat sering orang yang kecanduan game, meski sadar mau berhenti tetapi ingin mencobanya lagi. Hal ini hanya bisa diatasi dengan disiplin diri ketat. Anda harus keras pada diri sendiri. Memang berat untuk berhenti dari hal yang sangat menyenangkan, namun akan lebih menyakitkan jika hal tersebut mengganggu kehidupan Anda tanpa menyadarinya. Pikirkan bahwa masa depan Anda bisa rusak dan waktu yang sudah terhilang tak bisa kembali lagi.

Belajar Hal Baru

Untuk menggantikan aktivitas ngegame, belajarlah beberapa hal baru di dunia nyata. Misalnya, Anda bisa belajar bahasa asing atau memainkan alat musik tertentu. Akan lebih baik jika aktivitas tersebut mendatangkan manfaat bagi perkembangan diri Anda. Aktivitas baru ini kemungkinan bisa membuat Anda sedikit melupakan aktivitas ngegame.

Perbaiki Hubungan Sosial

Berapa banyak teman yang Anda lupakan gara-gara sibuk main game? Jangan tunggu lagi, segera hubungi teman-teman Anda dan saling berinteraksi. Jika perlu, carilah teman-teman baru dalam berbagai acara. Sadarilah bahwa teman di dunia nyata menawarkan kesenangan yang jauh lebih besar daripada karakter-karakter dalam permainan game. Bahkan psikolog menyatakan, kebahagiaan datang dari interaksi yang sehat dengan teman Anda di dunia sesungguhnya.

Menjauhlah Dari Game

Jika sudah ketagihan, akan sangat sukar melepaskan diri dari keinginan bermain game. Tidak ada jaminan bahwa meski Anda sudah berhasil mengurangi atau berhenti bermain game, Anda bisa melakukannya seterusnya. Sangat mungkin tiba-tiba saja, keinginan bermain itu tak bisa dibendung lagi. Karena itu, lakukan tindakan tegas. Hapus game dari komputer Anda atau jika perlu, juallah konsol game Anda. Tanpa adanya game di sekitar Anda, peluang untuk melepaskan diri sama sekali dari ketagihan game semakin membesar.

Jangan Terpengaruh

Jika teman-teman dekat Anda termasuk pecandu game, jangan terpengaruh oleh mereka. Jagalah motivasi Anda untuk mengurangi aktivitas ngegame. Jika perlu, nasehati juga teman-teman Anda jika aktivitas ngegame mereka sudah berada dalam tahap yang bisa mengganggu kehidupan.

Penjelasan Gaming Addiction / Kecanduan Bermain

Kecanduan bermain adalah masalah yang terus meningkat di abad ke 21 ini, dimana teknologi terus berkembang ke berbagai jenis alat bermain yang sudah siap dipakai dan mudah dipakai.

Alat – alat berteknologi, satu per satu dimiliki oleh pemerintah dan bisnis bersama, dan sekarang jatuh ke tangan setiap orang, yang juga diketahui dengan nama konsumen. Banyak dari Alat – alat teknologi ini mampu menjadi barng hiburan yang berguna, seperti mendengarkan musik, memainkan video, atau membuka internet.

Dengan banyak fungsi dari Alat – alat berteknologi yang mutakhir, kecanduan bermain dapat dicantumkan dalam berbagai cara, seperti pada contoh, tetapi tidak terbatas pada, permainan komputer, dan permainan online di internet. Permainan ini biasanya memiliki misi, beberapa mungkin mudah dicapai, tetapi yang lain dapat sampai 1 bulan atau 1 tahun untuk menyelesaikannya. Sebab itu, banyak orang memberikan lebih banyak waktunya, secara sadar atau tidak sadar, untuk bermain permainan ini dengan harapan mencapai misi itu, menaruh pendasaran pada kecanduan bermain.

Seiringnya dengan perkembangan alat bermain, alat berteknologi, seperti komputer, dipakai lebih banyak sebagai sarana bermain. Seiring waktu berjalan, mereka juga memiliki perubahan dari kotak yang besar dan berat, dan hanya dapat memainkan permainan 2D, seperti Pac-Man, menjadi ringan dan kecil dengan tebal hanya 2 inchi dan beratnya hanya seperti 2 pon, mampu memainkan permainan 3D terbaik, dengan realisme yang tidak dapat dipercaya. Perkembangan ini juga memberikan hasil dalam kreasi membuat Permainan Video yang menghibur. Dari pengendalian memasang lalu bermain yang dapat dikendalikan secara virtual yang dapat dimainkan di mana saja.

Dengan alat berteknologi yang siap dipakai menjadi lebih kuat dan murah, banyak orang yang mulai memiliki alat tersebut, dan sebagai hasil, menjadi terlihat dalam dunia Permainan Video, ini merupakan berita buruk, untuk sekolah, perusahaan, da masyarakat yang kekurangan, seperti kecanduan bermain menjadi berpencar lebih luas.

Website ini dibuat dengan harapan mengajari masyarakat tentang bahayanya kecanduan bermain dan bagaimana cara mencegahnya

Powered By Blogger